Sunday, November 15, 2009

PENGUASA MUSLIM, Tak Ada Harapan

If you're seriously interested in knowing about tech, you need to think beyond the basics. This informative article takes a closer look at things you need to know about tech.

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan, polisi zionis pagipagi melakukan serangan di kompleks Masjid Al-Aqsha dari pintu masuk Babul Mugharabah, Ahad (27/9) lalu. Dalam aksi tersebut, polisi zionis menembakkan peluru-peluru plastik dan meledakkan bom molotov.

Sebelum melancarkan serangan tersebut, polisi Israel menutup pintu-pintu lain di Masjid Al-Aqsha sehingga mereka dapat dengan mudah menyerang para jamaah Palestina yang sedang shalat.

Sangat menyedihkan, meski keadaannya terus bertambah gawat, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim diam membisu. Para penguasa negeri-negeri Islam sibuk 'main sinetron' mengikuti arahan 'sang sutradara' AS yang licik.

It's really a good idea to probe a little deeper into the subject of tech. What you learn may give you the confidence you need to venture into new areas.

Mereka dengan patuhnya merangkak dari sidang ke sidang, dari jamuan ke jamuan, sambil melipat tangan mereka seraya menyaksikan dari waktu ke waktu tindakan biadab Yahudi Israel menumpahkan darah kaum Muslim.

Lantas, masihkah umat ini akan terus-menerus berdiam diri bersama para penguasa yang buta, tuli, dan bisu atas nasib umat dan negeri mereka?

Harus disadari oleh kaum Muslim, pendudukan tanah Palestina oleh Yahudi tidak pernah terwujud, kecuali setelah khilafah Islam berhasil diruntuhkan. Israel sesungguhnya tidak mempunyai kemampuan untuk berdiri sebagai sebuah negara. Israel bisa berdiri kokoh karena ditopang oleh Inggris dan AS pada masa awal pendiriannya.

Karena itu, untuk melenyapkan Israel dari bumi penuh berkah itu, tidak bisa tidak dunia Islam membutuhkan khilafah.

Febriani
Mahasiswa Universitas Padjadjaran

(-)
You can't predict when knowing something extra about tech will come in handy. If you learned anything new about tech in this article, you should file the article where you can find it again.

Thursday, November 12, 2009

MOTOR, Jarang Disiplin

The following article covers a topic that has recently moved to center stage--at least it seems that way. If you've been thinking you need to know more about it, here's your opportunity.

Sudah tak terhitung kecelakaan yang terjadi sering menimpa sepeda motor. Kurang hati-hati, ceroboh, tak disiplin, melanggar lalu lintas, dan ngebut adalah penyebab banyaknya kecelakaan sepeda motor.

Think about what you've read so far. Does it reinforce what you already know about tech? Or was there something completely new? What about the remaining paragraphs?

Hingga saat ini, belum ada solusi untuk mencegah kecelakaan itu, selain imbauan kepada setiap pengendara motor.

Ada satu hal yang saya lihat menjadi sebuah kebiasaan bagi pengendara motor. Setiap pagi, entah PNS, pegawai swasta, karyawan pabrik, anak sekolah, atau guru mengambil jalur sebelah kanan seenaknya. Di kawasan Cireundeu-Pondok Cabe, setiap paginya nyaris hanya satu jalur. Saya kadang bingung, meski ada polisi, para pengendara motor ini seolah tak peduli. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindari karena dari arah berlawanan pun tak mau mengalah. Kemacetan di kawasan ini tak hanya berlangsung 5-10 menit, malah pernah sampai dua jam. Bagaimana solusinya? Itulah yang menjadi benak semua pengendara mobil atau angkutan kota. Hingga saat ini, kemacetan di Cireundeu-Pondok Cabe sudah menjadi rutinitas yang tak ada jalan keluarnya.

Bachrul Sudiana
Vila Jati Rasa Pamulang, Tanggerang Selatan

(-)
That's the latest from the tech authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

TAWURAN, Krisis

Imagine the next time you join a discussion about tech. When you start sharing the fascinating tech facts below, your friends will be absolutely amazed.

I trust that what you've read so far has been informative. The following section should go a long way toward clearing up any uncertainty that may remain.

Bergidik melihat tayangan pemberitaan di sebuah televisi swasta beberapa waktu lalu. Sejumlah tawuran terjadi di beberapa daerah. Lama-kelamaan, saya berpikir, kok bangsa kita yang dulu dikenal baik, ramah tamah, dan penuh sopan santun jadi berubah? Sejak Reformasi bergulir, masalah tawuran sepertinya tak henti-hentinya terjadi. Sebagian manusia di Indonesia sudah tak bisa lagi mengekang hawa nafsunya. Tak ada lagi landasan moral, agama yang mendasari perilaku, dan sisi baiknya. Apakah karena ini cermin dari perilaku para pemimpinnya? Sungguh, ini peringatan yang sangat serius untuk melihat masa depan bangsa ini.

Mohammad Hiru

Sumedang, Jawa Barat

(-)
The day will come when you can use something you read about here to have a beneficial impact. Then you'll be glad you took the time to learn more about tech.

Saturday, November 7, 2009

Kata Andal

This article explains a few things about tech, and if you're interested, then this is worth reading, because you can never tell what you don't know.

Mungkin bagi generasi muda era kini yang kebetulan sering membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Cetakan ketiga 1990, atau cetakan berikutnya akan menemukan kata sifat 'Andal' yang bermakna dapat dipercaya; memberikan hasil yang sama pada ujian atau percobaan yang berulang. Tentunya, mereka sering pula memirsa tayangan iklan di sebuah televisi swasta. Di antaranya, 'Jaringan Handal'. Serta membaca iklan ponsel sebuah produk di pelbagai koran, 'Ponsel Penuh Inovasi Handal di Segala Kondisi'.

Terlepas sampai sejauh mana pengaruh iklan-iklan tersebut pada para pemirsa dan atau pembaca. Membuka Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) 1976, ada beberapa catatan khusus menyangkut kata handal (handalan). Di antaranya, sudah usang atau mati; hanya hidup beberapa lamanya lalu tenggelam.

Pemasang iklan-iklan tersebut cenderung masih menggunakan KUBI 1976 dan broken massa terkait tak berwenang mengganti kata handal menjadi 'andal' sesuai perkembangan mutakhir Bahasa Indonesia. Alasannya masuk akal, karena hidup matinya broken massa bergantung pula pada para pemasang iklan.

Namun, bila merenung lebih dalam lagi bagi kepentingan generasi muda era kini dan mendatang, kunci reformasi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, mengganti kata handal dengan kata andal, misalnya, menjadi tanggung jawab pula bagi para pelaku bisnis, baik dalam dan luar negeri, khususnya di NKRI. Mudah-mudahan opini ini ditanggapi pula oleh para pakar bahasa Indonesia.

Sungkowo Sokawera
Jalan Rancamanyar I, No 17
Bandung 40275

Sometimes the most important aspects of a subject are not immediately obvious. Keep reading to get the complete picture.


Polisi dan Jaksa
Kepercayaan Menurun

Bapak Presiden, saya terenyak mendengar rekaman pembicaraan yang diputar di Mahkamah Konstitusi. Hampir semua elemen masyarakat, mulai di perumahan, angkutan, kantor-kantor, warung kopi, jalanan, ramai membicarakan soal rekaman ini.

Imbasnya kepercayaan kepada dua institusi, yaitu polisi dan jaksa semakin menurun. Tetangga saya yang kebetulan adalah jaksa, sampai malu membawa kendaraannya melintasi saya dan beberapa tetangga yang sedang berkumpul karena merasa kendaraan yang didapatnya berasal dari uang yang haram.

Pak Presiden, mengapa sejak awal tidak tegas mencopot para pejabat yang diduga bermasalah tersebut daripada mempermalukannya dengan diperdengarkannya rekaman tersebut. Akibatnya, masyarakat semakin tak percaya dengan polisi dan jaksa.

Khaeruddin
Sukajadi, Bandung

(-)
Is there really any information about tech that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Sumpah Pemuda

The following article lists some simple, informative tips that will help you have a better experience with tech.

Hari Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Tanpa Sumpah Pemuda, tidak akan ada proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai suku dan agama berkumpul di Jakarta dan berhasil menelurkan butir-butir sumpah pemuda sebagai berikut.

1. Bertanah air satu : Tanah Air Indonesia
2. Berbangsa satu     : Bangsa Indonesia
3. Berbahasa satu     : Bahasa Indonesia

Maka, sangat disayangkan kalau tonggak sejarah yang begitu momumental tersebut dilupakan begitu saja oleh generasi penerus zaman sekarang. Saya mengimbau, pada hari tersebut, yakni 28 Oktober, di setiap pemda di seluruh Tanah Air berkumpul generasi muda tanpa pandang suku ras dan agama untuk saling berdialog di bawah kendali Departemen Pemuda dan Olahraga.

I trust that what you've read so far has been informative. The following section should go a long way toward clearing up any uncertainty that may remain.

Sayangnya, ternyata tidak ada kegiatan yang masih muda, berjiwa, dan bersemangat muda. Saya malah semakin risau manakala para pemuda dan anak muda kita sudah mulai melupakan rasa nasionalisme akibat gempuran budaya asing.

Sukanto
Kemayoran
Jakarta Pusat


Mobil Jenazah Gratis
Butuh Bantuan

Kami Yayasan Relawan Dibo Piss telah membantu masyarakat selama dua tahun ini dalam hal pelayanan mobil jenazah gratis untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebanyak kurang lebih 2.600 jenazah dengan enam armada.
Mengingat semakin banyaknya biaya operasional dan permintaan bantuan dari masyarakat kepada kami, kami mohon kiranya ada donatur yang mau membantu demi kelangsungan agenda ini. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening BCA KCP Ps Minggu No 1283011414 Relawan DIBOPISS.

Firman Abadi
Ketua Yayasan Relawan Dibo Piss
Jl Raya Ps Minggu No 2, Seberang Gg Potlot, Duren Tiga
Jakarta Selatan
Telp (021) 79193556, 79183526

(-)
That's the latest from the tech authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

Tuesday, November 3, 2009

CICAK DAN BUAYA, Istilah Lebih Sopan

The following article includes pertinent information that may cause you to reconsider what you thought you understood. The most important thing is to study with an open mind and be willing to revise your understanding if necessary.

You may not consider everything you just read to be crucial information about tech. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.

Belakangan ini hampir semua broken massa menyebut soal cicak dan buaya. Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, apakah penyebutan seperti itu sesuai dengan kaidah bahasa? Ataukah karena bahasa pers? Saya berharap Republika membuat terobosan dengan mengganti penggunaan kata-kata itu karena kami masyarakat awam bingung dengan istilah seperti ini. Yang saya khawatirkan, dua kata ini nantinya akan menjadi padanan baru dalam bahasa tercinta kita ini. Bukannya saya tidak suka, cuma apakah layak sebuah lembaga hukum diberi istilah seperti itu? Belum lagi ada istilah 'Godzila'. Saya malah sedih melihat manusia kok lebih suka disamakan dengan binatang, padahal dalam agama, manusia lebih mulia dibandingkan makhluk lainnya.

Toto Kadarisman

Seorang Guru di Garut

(-)
There's a lot to understand about tech. We were able to provide you with some of the facts above, but there is still plenty more to write about in subsequent articles.

Maryanto: Klarifikasi

The following paragraphs summarize the work of tech experts who are completely familiar with all the aspects of tech. Heed their advice to avoid any tech surprises.

Saya perlu mengklarifikasi berita yang termuat di Republika, Rabu 30 September 2009.

1. Saya perlu menjelaskan kepada pembaca & mohon maaf jika terjadi kebingungan karena memang topik yang dituliskan ini agak bersifat teknis pengelolaan persampahan, sehingga tidak semua pihak memiliki pengetahuan teknis.

2. Beberapa statement saya klarifikasi:

a. DKI Jakarta sebagai daerah 'otonom'. Hal ini tidaklah sesederhana yang diucapkan, salah satu kendala dari pengelolaan sampah, adalah timbunan sampah sejalan dengan jumlah penduduk. Jumlah penduduk DKI pada pagi-siang hari lebih banyak dari malam hari, karena banyak para karyawan, pekerja, anak sekolah dan pelintas yang melewati ibu kota DKI ini, sehingga jika murni disalahkan dalam bentuk otonomi, kurang tepat juga karena akan terbetik wacana bahwa pendatang tidak boleh membuang sampah di DKI, sampah yang berasal dari luar daerah DKI, dibawa kembali ke daerahnya masing-masing.

If you don't have accurate details regarding tech, then you might make a bad choice on the subject. Don't let that happen: keep reading.

b. Pengelolaan sampah masih berakhir di TPA (Bantar Gebang), meskipun di beberapa wilayah sudah dibangun tempat pengelolaan sampah yang cukup baik dengan dukungan teknologi modern, antara lain, TPST di marunda, fasilitas ball press untuk mengurangi quantity sampah yang diangkut. Fasilitas ini, antara lain terdapat di daerah Rawasari, Jakpus. Selain itu, terdapat pula fasilitas yang sudah sarat teknologi, yakni ITF (Intermediate Treatment Facility) di Cakung, namun belumlah mampu mengurangi secara signifikan laju timbunan sampah sehingga sampah masih menyebabkan beban TPA menjadi berat. Dalam kesempatan ini, penekanan yang saya berikan bahwa teknologi adalah penting tapi bukan yang utama, karena syarat mutlak pengelolaan sampah adalah PEMILAHAN.

Selain paparan saya tersebut di atas, permasalahan lain yang kerap terjadi adalah karena belum optimalnya sistem pengurangan quantity sampah dari sumber. Masyarakat kerap menyaksikan bahwa bak sampah yang sudah terpilah (organik dan anorganik) dicampur kembali oleh petugas kebersihan. Sehingga, masyarakat belum melihat manfaat dari pemilahan sampah, di samping masih terbangunnya opini bahwa sampah adalah urusannya Dinas Kebersihan semata, sebagai warga saya cukup bayar retribusi setiap bulannya.

c. Permasalahan utama dari persampahan DKI, antara lain timbunan sampah semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, selama manusia hidup sampah akan tetap selalu ada. Penanganan sampah DKI saat ini sifatnya urgen, di mana penanganannya perlu diberlakukan agenda jangka pendek; yakni ''Perlu menggunakan teknologi pemusnahan yang lebih sempurna yang memenuhi syarat baku mutu udara, dan untuk jangka panjangnya perlu dilakukan agenda pengurangan sampah dari sumber melalui 3 R.'

3. Kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi saya di e-mail: yanto@dml.or.id.

Maryanto
Program Officer
Dana Mitra Lingkungan

(-)
As your knowledge about tech continues to grow, you will begin to see how tech fits into the overall scheme of things. Knowing how something relates to the rest of the world is important too.