Sunday, January 3, 2010

Blackberry Indosat Kecewa

So what is tech really all about? The following report includes some fascinating information about tech--info you can use, not just the old stuff they used to tell you.

Saya ingin berbagi tentang kerugian materi dan moral yang berita terbaru saya alami. Pada 29 Desember 2009, pukul 21.00, saya mengganti paket BBMail saya (yang aktif sejak 2 Desember 2009) menjadi BB bulanan biasa dengan harga 160 ribu. Seperti yang kita ketahui,  BBmail menghilangkan  browser pada Blackberry karena memang paketnya hanya bisa  email dan  chatting .

Saya menunggu hampir lima jam lebih untuk  browser di Blackberry saya muncul. Karena tidak ada, saya menghubungi  costumer service di 021-54388888 (yang merupakan layanan 24 jam dari Indosat) untuk meminta keterangan.  Costumer service (CS) memberi keterangan bahwa ternyata paket yang sebelumnya harus di- UNREG terlebih dahulu, kemudian berita terbaru bisa ganti dengan paket yang baru.

Solusi yang ditawarkan sebagai berikut:

1. Menonaktifkan semua paket. (Maksud semua paket adalah sisa paket bulan sebelumnya ataupun paket yang berita terbaru saya daftarkan seharga 160 ribu).
2. Meneruskan paket yang berita terbaru dengan fasilitas paket yang lalu karena belum di- UNREG .

The best time to learn about tech is before you're in the thick of things. Wise readers will keep reading to earn some valuable tech experience while it's still free.

Dari kedua solusi yang ditawarkan, dua-duanya cenderung merugikan saya. Belum lagi sikap CS terdengar acuh. Beberapa kali terdengar suara '' ck ck ck ck '' (mengeluh). Sepertinya, CS tidak berkompeten dalam menjelaskannya karena hampir 30 menit bicaranya berbelit-belit. Saya pun disuruh menunggu sampai tiga kali pada waktu bertanya, ''Kapan paket terakhir saya habis?'' dan saat saya bertanya, ''Apakah ada kemungkinan paket yang berita terbaru ini aktif sesuai dengan harga yang saya bayar?''

Sepertinya, tidak memerhatikan kerugian yang berita terbaru saya alami. Dan, jelas, seseorang yang di seberang telepon itu yang diakui  Costumer Service Representative sangat tidak ramah dalam menjalankan tugasnya!
Tolong, Indosat sekiranya berkenan lebih memerhatikan kerugian materi dan moral para  costumer -nya!

Ribeldi Bimantara
Jakarta Selatan

Blackberry
Tak Bisa Diblokir

Pilihan saya menggunakan Blackberry karena jika hilang, pesawat tersebut akan terblokir sehingga tak bisa digunakan. Iseng saya mendatangi sejumlah toko di ITC Ambassador. Betapa kagetnya saya ketika sejumlah pedagang menawarkan Blackberry bekas. Ketika saya tanya, bagaimana dengan pemilik awalnya, para pedagang bilang bahwa itu bisa diakali karena beberapa penjual mempunyai alat untuk menetralkan kembali Blackberry meski sudah didaftarkan pemilik pertamanya ke  provider .

Rikando Somba

Pejaten Raya
Pejaten, Pasar Minggu

(-)
The day will come when you can use something you read about here to have a beneficial impact. Then you'll be glad you took the time to learn more about tech.

Pos Tak Pernah Diantar

Have you ever wondered if what you know about tech is accurate? Consider the following paragraphs and compare what you know to the latest info on tech.

Pada 9-12-09 dengan pos ekspres dengan biaya Rp 11.OOO untuk sebuah surat, saya menulis surat kepada Direktur Penerbit Hidayah, Jl Rereng Adumanis, Bandung, 40123. Surat itu ternyata tidak sampai ke alamat di Bandung, karena sudah pindah.

Sebab, sewaktu dilacak oleh anak saya melalui internet, alamat barunya adalah Jl Pasir Luyu Barat No 8A, Bandung, 40256. Surat saya itu mungkin sudah dikembalikan oleh kantor pos Bandung ke kantor pos Cimanggis, Depok. Tetapi, ternyata surat itu tidak diantarkan oleh pengantar pos Cimanggis ke alamat saya di Sukatani Permai. Padahal, surat itu dikirimkan dengan pos ekspres, terjamin sampai l hari.

Begitu juga, pada 8 Agustus 2009, saya mengirimkan uang kepada tata usaha koran Jawa Pos Surabaya untuk dikirimkan Jawa Pos Minggu dengan mengirimkan prangko pengirimannya. Tapi, koran  Jawa Pos Minggu tidak saya terima. Lantas, saya susul lagi tanggal 31-8-09 dengan mengirimkan uang untuk minta dikirimkan  Jawa Pos Minggu dengan mengirimkan prangko pengirimannya. Tapi,  Jawa Pos Minggu tidak juga saya terima.

Sometimes the most important aspects of a subject are not immediately obvious. Keep reading to get the complete picture.

Pada 31 Agustus 2009, saya mengirimkan gagasan kepada Penerbit Buku  Republika Jakarta, bagaimana sebaiknya menggerakkan 4.000 perpustakaan masjid dan mengaktifkan kembali 15.000 perpustakaan SLP/SLA yang dulunya berjumlah 250.000 buah perpustakaan dengan Inpres Buku tahun 1973. Tapi, surat saya itu lenyap begitu saja. Sebab biasanya, bila kita menyampaikan gagasan yang mungkin dapat dilaksanakan, Penerbit  Republika bukan saja membalas surat kita itu, bahkan mengirimkan buku-buku terbarunya seperti yang saya alami pada 2003 sewaktu saya berdomisili di Bandar Lampung.

Jangankan sebuah surat biasa atau kiriman buku, 2 buah paket berisi perlengkapan bayi dikirimkan ke Metro Lampung, pada 25 dan 30 November 2009, oleh Triskiandi Kurniawan dari Makassar. Paket itu hilang begitu saja, bahkan nomor resinya tidak bisa dilacak. Bagaimana  nih , Pak Pos?

Sewaktu saya berdomisili di Padang pada 1980-an, sekitar pukul 12.30 WIB dua pegawai pos menanyakan kepada saya, apakah saya sudah menerima dua buah kiriman surat dari Cirebon dan Medan. Saya jawab sudah saya terima satu jam yang lewat. Sewaktu saya tanyakan, siapa mereka dan mengapa ditanyakan, mereka menjawab, mereka petugas pos untuk mengetahui apakah kiriman sampai pada waktunya.

Alangkah indahnya bila kebiasaan mengawasi kiriman pos dilakukan secara rutin seperti yang pernah saya alami pada 1980-an di Padang. Sehingga, pengantar pos yang curang bisa cepat diketahui dan dipecat karena merugikan konsumen.

H Slamat SM                
Jl Anggur Raya EE2, No 19
Sukatani Permai, Cimanggis         
Depok, Jawa Barat

(-)
When word gets around about your command of tech facts, others who need to know about tech will start to actively seek you out.

Tuesday, December 29, 2009

FUNGSI IBU, Mari Kembalikan

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.

Baru saja kita merayakan hari ibu. Ibu adalah sosok mulia. Ibu adalah pembentuk generasi muda yang tangguh. Bahkan, surga ada di telapak kaki ibu.

Ibu yang seperti apakah yang akan mengantarkan anaknya masuk surga? Apakah ibu yang seharian bekerja dan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada pembantu (baby sitter)? Apakah ibu yang mengasuh anaknya sendiri dengan penuh kasih sayang dan kesabaran?

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

Dalam Islam, ibu adalah ummun wa robbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) yang melahirkan generasi cerdas, takwa, dan keluarga.

Mari, kita kembalikan fungsi ibu yang sesungguhnya, yaitu pembentuk generasi muda, bukan pencari nafkah. Tugas mencari nafkah adalah tugas ayah (suami). Jika ayahnya tidak ada, kewajiban itu berpindah pada walinya dari pihak ayah (kakek, paman). Namun, jika walinya tidak mampu, itu merupakan kewajiban negara. Negara berkewajiban menanggung nafkah anak yatim dan fakir miskin.

Dengan demikan, seorang ibu tidak terbebani dengan kewajiban mencari nafkah (bekerja).

Bekerja bagi seorang wanita bukan sebuah kewajiban, namun hanya pilihan. Sedangkan, merawat anak merupakan kewajiban seorang wanita.

Tini Resnawati, STP

Lodaya, Bogor Tengah

(-)
Don't limit yourself by refusing to learn the details about tech. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Pejabat yang Kesatria Dicari

Imagine the next time you join a discussion about tech. When you start sharing the fascinating tech facts below, your friends will be absolutely amazed.

Jiwa kesatria tampaknya mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan di kalangan elite bangsa ini. Kasus Bank Century (BC) adalah contoh nyata, setiap pejabat yang diperiksa sampai saat ini oleh Pansus BC tidak ada satu pun yang berjiwa kesatria untuk mengambil alih tanggung jawab atas kebijakan yang keliru dan penuh rekayasa itu.

Mereka merasa tidak bersalah dan terkesan menghindar dengan taktik jawaban macam-macam, seperti tidak tahu, lupa, sudah keluar dari BI, tanyakan saja kepada pejabat lainnya si A si B, dan seterusanya dan seterusnya yang intinya mereka merasa seolah-olah tidak bersalah dan tidak mau disalahkan.

Runyam sekali bangsa ini jika mental pejabatnya berlomba-lomba 'merekayasa' jawaban persis seperti merekayasa kebijakan yang diambilnya. Oh, malangnya negeriku ini, negeri elok yang memiliki sumber daya alam informasi beasiswa luar negeri biasa, tetapi tidak memiliki pemimpin yang amanah dan kesatria. Kami mendambakan pejabat yang bertobat seraya mengakui kesalahannya. Jika asa pejabat seperti ini, kami sebagai rakyat akan sangat menghargai dan menghormatinya. Manusia itu tempatnya salah, jadi jika dalam melakukan pekerjaan kita keliru dan terpleset, itu adalah hal yang wajar bin pantes karena manusia tidak selamanya benar.

Think about what you've read so far. Does it reinforce what you already know about tech? Or was there something completely new? What about the remaining paragraphs?

Oleh karena itu, kita sangat mendambakan pejabat berjiwa kesatria meminta maaf, mengakui kesalahan seraya mohon tobat kepada yang Mahakuasa, lagi Maha Pengampun. Namun, alangkah tercelanya dan kurang terhormatnya jika pejabat-pejabat yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus BC justru bersikukuh tidak melanggar peraturan dan bahkan melempar tanggung jawab kepada pihak lain.

Wahai pejabat yang terlibat langsung maupun tidak langsung, marilah beramai-ramai akui kesalahan dan bertobatlah serta siap menerima konsekuensinya, jika ini kalian lakukan, saya yakin rakyat dan hakim masih memiliki hati nurani karena paling tidak hukuman kalian bisa diringankan. Kejujuran dan jiwa kesatria adalah barang mahal sehingga pernyataan bersalah itu patut kiranya diperhitungkan sebagai hal yang dapat meringankan hukuman. Mari kita tumbuh kembangkan jiwa kesatria, hormati mereka yang berjiwa kesatria sambil kita benahi terus-menerus ke arah yang lebih baik pengelolaan berbangsa dan bernegara kita.

Aries Musnandar
Dosen UB
Malang, Jawa Timur

(-)
Now you can be a confident expert on tech. OK, maybe not an expert. But you should have something to bring to the table next time you join a discussion on tech.

Friday, December 18, 2009

ATM Mandiri Tertelan dan Terdebet

Have you ever wondered what exactly is up with tech? This informative report can give you an insight into everything you've ever wanted to know about tech.

Pada Ahad, 15 November 2009 lalu, sekitar pukul 15.20 WIB, ketika akan bertransaksi, kartu ATM/VISA Debet Mandiri atas nama saya 'tertelan' di mesin ATM Mandiri Jl Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa kali saya menghubungi Mandiri call 1400, namun tidak berhasil.

Akhirnya, saya menelepon nomor yang tertempel di mesin ATM tersebut (bukan nomor 1400). Saya pun meminta agar kartu ATM/VISA Debet milik saya tersebut  diblokir. Setelah konfirmasi dan mendapat kepastian diblokir, kira-kira pukul 15.30, saya tinggalkan lokasi tersebut. Sementara kartu ATM saya, masih di dalam mesin ATM.

Dalam perjalanan ke rumah, untuk meyakinkan saya minta tolong ke petugas satpam di KCP Mandiri JI Wolter Monginsi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk menghubungi Mandiri call 1400 dan mengonfirmasi pemblokiran kartu ATM; saat itu waktu menunjukkan pukul 15.46. Alangkah kagetnya saya, tenyata saldo rekening tabungan telah berkurang sampai Rp 25 juta.

The information about tech presented here will do one of two things: either it will reinforce what you know about tech or it will teach you something new. Both are good outcomes.

Keesokan harinya, Senin 16 November 2009, saya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Cabang Mandiri Jakarta Faletehan, dan print out rekening ternyata ada dua kali transaksi debet, masing-masing pukul 15.38 sebesar Rp 15 juta dan pukul 15.39 sebesar Rp 10 juta yang dilakukan oleh Toko/ merchant 'Zji' (toko alat-alat dapur) lokasi Grand Lucky kawasan niaga SCBD.

Atas kejadian tersebut, saya laporkan pula ke pihak Polres Jakarta Selatan untuk pengusutan tindak pidana pencurian kartu ATM dan pemalsuan tanda tangan. Sampai hari ini, pihak Bank Mandiri baru menindaklanjuti dengan penerbitan Bantahan Transaksi atas  merchant tersebut dan polisi tengah mengusut kasusnya ke TKP.

Mohon pihak Bank Mandiri lebin serius menanggapi komplain ini dan untuk melindungi nasabah, agar segera memperbaiki sistem pengamanan baik di gerai mesin ATM maupun sistem transaksi VISA Debet dengan verifikasi nomor PIN, karena tanda tangan mudah dipalsukan apalagi transaksi dengan  merchant yang diduga 'ada main' dengan penjahat.


H Ali Hanafiah
Jakarta Selatan

(-)
If you've picked some pointers about tech that you can put into action, then by all means, do so. You won't really be able to gain any benefits from your new knowledge if you don't use it.

Air Asia Kurang Bertanggung Jawab

You should be able to find several indispensable facts about tech in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.

Pada 20 November 2009, kami serombongan (empat orang) pergi ke Kuala Lumpur dengan Air Asia dan kembali ke Jakarta pada 23 November 2009 dengan maskapai yang sama. Ada dua kasus yang memerlukan jawaban jelas dan pasti dari manajemen Air Asia agar kami tetap percaya pada Air Asia. Kasus tersebut sebagai berikut.

1. Saat pulang dari Kuala Lumpur, anggota rombongan kami, yakni Ramayani, kehilangan tasnya dan sampai sekarang belum ditemukan oleh kru Air Asia. Saat itu, kami naik Air Asia dari LCC Terminal Kuala Lumpur, pukul 16.55, dengan nomor penerbangan QZ7693. Saat itu, Ramayani membawa dua tas merah merek Elle (satu besar dan satu kecil). Keduanya dimasukkan ke bagasi. Sampai di Bandara Cengkareng Jakarta, hanya tas besar yang ada dan tas kecilnya (berisi dokumen-dokumen penting) tidak ditemukan di bagasi.

Ketika kami cek ke tiket bagasi, ternyata hanya tas besar yang tercatat pada tiket bagasi. Padahal, semua anggota rombongan melihat bahwa saat check in di LCCT Kuala Lumpur, sekitar pukul 15.30, kedua tas tersebut dimasukkan ke bagasi: tas kecil berada di atas tas besar. Tampaknya, ada keteledoran dari petugas  check in di LCCT karena hanya mencatat satu tas pada tiket bagasi sehingga tas kecilnya raib tanpa ada yang bertanggung jawab.

Most of this information comes straight from the tech pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

Kami sudah melaporkan kehilangan tersebut pada petugas Air Asia di Bandara Cengkareng. Saat itu, yang menerima laporan kami adalah staf Air Asia bernama Erwin Hidayatullah Lubis. Erwin pula yang menandatangani lembar laporan kehilangan dan dia berjanji akan menelpon kami jika tas tersebut ditemukan. Dia hanya menelepon sekali dan tas tersebut belum ditemukan. Sampai surat pembaca ini dibuat, tidak pernah ditelepon lagi. Melalui surat pembaca ini, kami meminta Air Asia agar benar-benar mencari tas tersebut. Di dekat tempat  check in , ada kamera CCTV sehingga kami yakin keberadaan tas tersebut dapat dilacak dan ditemukan.

2. Saat kami membeli tiket secara  online , kami sudah membayar  airport tax dan sudah tercantum pada  billing tagihan ke kartu kredit. Anehnya, saat  check indi Bandara Cengkareng (saat berangkat) kami diminta membayar  airport tax lagi masing-masing Rp 150.000 sehingga total untuk empat orang harus membayar  airport tax lagi sebesar Rp 600.000,00. Mohon penjelasan dari Manajemen Air Asia. Apakah kami memang harus membayar  airport tax dua kali, yakni saat membeli tiket dan saat  check in ? Rasanya, kok, aneh.

Demikian surat pembaca ini kami buat dengan sesungguhnya karena kami tidak sabar lagi menunggu penyelesaian soal tas merah Ramayani yang hilang itu. Sebab, sudah hampir sebulan belum ada laporan yang melegakan. Semoga menjadi perhatian adanya.

Jakarta, 15 Desember 2009

Ahmadun YH
(koord rombongan)
Jl Warung Buncit 37
Jakarta Selatan

(-)
Now might be a good time to write down the main points covered above. The act of putting it down on paper will help you remember what's important about tech.

Monday, December 14, 2009

SURAT UNTUK PRESIDEN, Sensitif

Would you like to find out what those-in-the-know have to say about tech? The information in the article below comes straight from well-informed experts with special knowledge about tech.

If you don't have accurate details regarding tech, then you might make a bad choice on the subject. Don't let that happen: keep reading.

Tanggal 9 Desember kemarin, menjadi hari olok-olok bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika berbicara di hadapan para pengurus Partai Demokrat, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan digoyang dengan aksi anarkis pada 9 Desember. Ternyata pada saat kejadian, tak ada aksi apa pun kecuali mengolok-ngolok presiden dengan lagu dan aksi damai. Melalui surat ini, saya berharap Presiden untuk mengurangi mengomentari hal-hal yang tak perlu, yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.

Darwin Yuwanto

Kemang Pratama Bekasi

(-)
Sometimes it's tough to sort out all the details related to this subject, but I'm positive you'll have no trouble making sense of the information presented above.